Akuntansi Untuk Kantor Pusat dan Kantor Cabang

on Thursday, January 5, 2012
BAB VIII
Akuntansi Untuk Kantor Pusat dan Kantor Cabang


Pendahuluan

Kantor Cabang (branch) adalah kantor perwakilan yang didirikan oleh kantor pusat (home office) dimana cabang didirikan dilokasi yang berbeda dengan lokasi kantor pusat Kantor cabang di berikan hak otonomi oleh kantor pusat untuk mengatur dan mengelola kegiatan bisnisnya seperti membeli dan memasarkan barangnya ke konsumen.
Hal yang harus diperhatikan adalah kantor cabang berbeda dengan agen penjualan.  Agen penjualan adalah perwakilan perusahaan tetapi agen tidak memiliki hak otonomi untuk mengatur dan mengelola bisnisnya.  Jadi agen hanya merupakan bagian dari perusahaan yang bertugas untuk menerima order pembelian dari konsumen dan meneruskan ke perusahaan untuk diselesaikan.  Sehingga, hubungan dengan kantor pusat antara cabang dan agen serta pencatatan akuntansi juga berbeda.

Perbedaan agen penjualan dan kantor cabang, disajikan dalam table 3.1. berikut ini :

Agen Penjualan
Kantor Cabang
1. Pembukuan
Buku kas, penerimaan dan pengeluaran
Pembukuan lengkap
2. Persediaan
Tidak mempunyai persediaan
Mempunyai persediaan
3.Kebijakan Penjualan dan Piutang
Ditentukan pusat
Menentukan sndiri
4. Modal Kerja
Dikirim pusat dan tidak mengurus uang tunai selain modal kerja yang diberikan oleh kantor pusat
Mengelola uang tunai dan melaksanakan pembayaran atas inisiatif  sendiri.
Tabel 3.1 Perbedaan agen penjualan dan kantor cabang

Akuntansi Agen Penjualan

Agen penjualan tidaklah memerlukan pembukuan yang lengkap untuk mencatat kegiatan-kegiatannya yang terbatas.  Pencatatan akuntansi yang diperlukan untuk kegiatan agen hanyalah untuk penerimaan dan pengeluaran kas, dimana perlakukan sama dengan system kas kecil.  Untuk transaksi penjualan yang dilakukan agen, biaya-biaya yang berhubungan dengan penjualan, dan biaya lainnya dicatat dalam system akuntansi kantor pusat hanya saja diberi tanda nama agen yang bersangkutan dengan transaksi tersebut.
Buku ini, tidak membahas secara mendalam akuntansi untuk agen penjualan.  Pembahasan buku ini difokuskan pada akuntansi untuk kantor cabang dan kantor pusat.

Akuntansi Kantor Cabang

Pembukuan kantor cabang dibuat terpisah dengan kantor pusat, hal ini digunakan untuk tujuan pelaporan pihak internal perusahaan.  Tetapi untuk kepentingan pihak eksternal perusahaan,  maka perlu dibuat penggabungan pelaporan keuangan untuk kantor pusat dan kantor cabang.  Proses penggabungan laporan keuangan tersebut sama dengan proses penggabungan laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak.
Kantor cabang akan mencatat setiap transaksi yang berhubungan dengan kegiatan usahannya pada pembukuan yang diselenggarakan sendiri.  Hanya saja untuk transaksi kantor cabang yang ada hubungannya dengan kantor pusat maka akan menimbulkan rekening timbal balik (Reciprocal Account) yaitu rekening yang muncul di pembukuan kantor pusat dan pembukuan kantor cabang.
Hubungan timbale balik rekening ini merupakan hubungan yang berkelanjutan.  Setiap kantor pusat menambah (mendebet) rekening timbal balik maka kantor cabang juga harus menambah (mengkredit) rekening timbal baliknya, demikian juga halnya jika akan menurunkannya.  Satu-satunya sebab terjadinya perbedaan/selisih diantara rekening timbale balik ini karena adanya perbedaan waktu dan kesalahan dalam mencatat transaksi di kedua buku tersebut.

Rekening timbal balik yang muncul dari transaksi yang dilakukan oleh kantor pusat dan kantor cabang, antara lain sebagai berikut :
a.       Rekening Kantor Cabang (Branch) dan Rekening Kantor Pusat (Home Office) yang mencerminkan asset bersih cabang.
Rekening “Kantor Cabang” muncul pada buku kantor pusat, merupakan rekening asset yang mencerminkan investasi yang dilakukan oleh kantor pusat dalam asset bersih kantor cabang.  Jika kantor pusat melakukan pengiriman asset bersih ke kantor cabang maka asset bersih kantor cabang menjadi bertambah sehingga rekening “kantor cabang” akan dicatat sebelah debit, demikian juga sebaliknya,
Sedangkan rekening “Kantor Pusat” muncul pada buku kantor cabang, merupakan rekening modal yang menggambarkan modal kantor pusat dalam asset bersih kantor cabang.  Jika kantor cabang menerima pengiriman asset dari kantor pusat maka modal kantor pusat dalam asset bersih kantor cabang  menjadi bertambah sehingga rekening “Kantor Pusat” akan dicatat di sebelah kredit, demikian juga sebaliknya.
Ringkasan penjelasan rekening timbal balik untuk rekening “Kantor Cabang dan rekening “Kantor Pusat” disajikan pada tabel 3.2

Rekening
Kantor Cabang
Rekening
Kantor Pusat
Pembukuan
Di Kantor  Pusat
Di Kantor  Cabang
Sisi Debet
·    Pengiriman asset ke kantor  cabang
·    Pembebanan biaya
·    Pengakuan laba Kantor Cabang
·    Pengiriman asset ke kantor pusat
·    Pengakuan rugi kantor cabang
Sisi Kredit
·    Penerimaan asset dari kantor cabang
·    Pengakuan rugi kantor cabang
·    Penerimaan asset dari kantor pusat
·    Pengakuan laba kantor cabang


b.      Rekening Pengiriman ke Kantor Cabang (Shipment to Branch) dan Rekening Pengiriman dari Kantor Pusat (Shipment from Home Office) mencerminkan persediaan barang dagangan.
Rekening Pengiriman ke Kantor Cabang muncul pada buku kantor pusat dan rekening Pengiriman dari Kantor Pusat muncul pada buku kantor cabang.  Jika ada pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang, maka persediaan barang dagangan kantor pusat akan berkurang sehingga rekening pengiriman ke Kantor Cabang akan di kreditkan.  Kantor cabang yang menerima pengiriman barang dagangan dari kantor pusat, akan mendebet rekening pengiriman dari Kantor Pusat karena persediaan barang dagangan kantor cabang bertambah.  Demikian juga sebaliknya jika terjadi pengembalian barang dagangan dari kantor cabang  ke kantor pusat.
Rekening ini berguna untuk menentukan harga pokok penjualan dari kantor pusat dan kantor cabang secara terpisah, tetapi karena merupakan rekening timbal balik maka harus dilakukan eliminasi ketika menyusun laporan keuangan.

Ringkasan penjelasan rekening timbal balik untuk rekening “Pengiriman ke Kantor Cabang dan rekening “Pengiriman dari Kantor Pusat” disajikan pada tabel 3.3.

Rekening
Pengiriman ke Kantor
Cabang
Rekening
Pengiriman ke Kantor
Pusat
Pembukuan
Di Kantor  Pusat
Di Kantor  Cabang
Sisi Debet
·   Pengembalian barang dari kantor cabang
·    Penerimaan barang dari kantor pusat
Sisi Kredit
·   Penerimaan barang dari kantor cabang
·   Pengembalian barang dari kantor Pusat
Tabel 3.3 Rekening Pengiriman ke Kantor Cabang dan Rekening Pengirimsn dari Kantor Pusat

Jurnal Penyesuaian dan Eliminasi untuk
Akuntansi Kantor Pusat dan Kantor Cabang.

Penyesuaian berarti pencatatan atau pengakuan (jurnal dan posting) data-data transaksi tertentu pada akhir periode sehingga jumlah rupiah yang terdapat dalam tiap rekening menjadi sesuai dengan kenyataan pada akhir periode tersebut dan laporan keuangan yang dihasilkan menggambarkan keadaan yang senyatanya pada tanggal laporan neraca (evi, 2007).
Penyesuaian yang dibuat dinyatakan dalam bentuk ayat jurnal penyesuaian.  Prinsip yang diperlukan dalam membuat jurnal penyesuaian dengan demikian adalah untuk melakukan penyesuaian semua perkiraan pendapatan dan biaya pada suatu dasar akrual dan melakukan pembukuan lanjutan ke Buku Besar.
Ayat jurnal penyesuaian ini dibuat untuk memperoleh kecocokan antara pendapatan dan biaya dalam penentuan laba bersih pada periode berjalan dan untuk mendapatkan laporan yang akurat terhadap posisi Aktiva, Utang dan Modal pada akhir periode tersebut.

Berikut ini adalah pos-pos yang memerlukan penyesuaian :
1.      Pos Penangguhan
Ø  Beban yang  ditangguhkan (deffered expenses) atau biaya dibayar dimuka (prepaid expenses).
Merupakan pos yang sejak awal dicatat sebagai aktiva tetapi diharapkan menjadi beban dikemudian hari atau selama operasi normal bisnis.  Contoh : Perlengkapan dan Asuransi dibayar dimuka (Persekot Asuransi).
Ø  Pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) atau pendapatan diterima dimuka (unearned revenues).
 Merupakan pos yang sejak awal dicatat sebagai kewajiban tetapi diharapkan menjadi pendapatan dikemudian hari atau selama operasi normal bisnis.  Contoh : Sewa diterima dimuka.
2.      Pos Akrual
Ø  Beban Akrual/Kewajiban Akrual
Adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dicatat dalam akun.  Contoh : Upah akrual yang terutang kepada karyawan.
Ø  Pendapatan Akrual/aktiva Akrual
Adalah pendapatan yang sudah dihasilkan tetapi belum dicatat dalam akun.  Contoh : honor jasa yang telah diberikan oleh pengacara tetapi belum ditagih kepada klien pada akhir periode.

Eliminasi berarti proses pencaatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan atau meniadakan rekening timbal balik tertentu sehingga rekening tersebut menjadi memiliki saldo nol (0).  Eliminasi dilakukan dengan cara membuat jurnal eliminasi.
Dalam akuntansi untuk kantor pusat dan kantor cabang, seperti yang telah diuraikan sebelumnya, hanya diperlukan dua jurnal eliminasi.
Jurnal tersebut dibutuhkan pertama untuk membuat rekening timbal balik pada kantor  pusat  dan kantor cabang dengan mengeliminasi laba/rugi cabang dengan mengurangkan/menambahkan rekening cabang dengan saldonya sebelum penyesuaian.  Kedua, untuk mengeliminasi rekening “Kantor Pusat” dan rekening “Kantor Cabang”.

Kasus Akuntansi Kantor Pusat dan Kantor Cabang serta Pembahasannya.

PT. Maju Jaya adalah perusahaan berkembang yang bergerak di industri makanan, berkedudukan di Jakarta.  Karena reaksi pasar yang bagus terhadap produknya maka PT. Maju Jaya pada awal Desember 2009 mendirikan Kantor Cabang baru di Solo.

Berikut ini adalah transaksi yang terjadi di Cabang Solo selama bulan Desember 2009.
Tanggal
Kejadian / Transaksi
1 Des 09
·    Menerima kas  Rp 40.000.000 dari kantor pusat
·    Membayar sewa kantor untuk 1 tahun sebesar  Rp 6.000.000
2 Des 09
·    Menerima kiriman barang dagangan dari kantor pusat sebesar  Rp 32.000.000
·    Membeli eralatan kantor dari expriva yang digunakan untuk kegiatan administrasi perusahaan, dengan taksiran umur ekonomis 2 tahun dengan harga Rp 7.500.000 secara tunai.
·    Membeli per kas perlengkapan kantor dari Toko Gramedia sebesar  Rp 1.500.000
4 Des 09
 Membeli barang dagangan secara kredit dari  garuda group sebesar  Rp 20.000.000
6 Des 09
Menjual barang dagangan secara tunai kepada Toko Agung dan Toko Tarudin masing-masing sebesar  Rp 27.500.000 dan Rp 32.500.000
15 Des 09
Karena kantor pusat kekurangan barang, maka cabang mengembalikan barang dangan kiriman dari kantor pusat sebesar  Rp 10.000.000
20 Des  09
 Membayar pembelian tgl 4 Desember 2009 sebesar  Rp 10.000.000
31 Des 09
·    Mengirimkan uang ke kantor  pusat sebesar  Rp 30.000.000
·    Membayar gaji pegawai sebesar  Rp 12.000.000
·    Perlengkapan yang tersisa sebesar  Rp 575.000
·    Hasil perhitungan fisik persediaan diketahui persediaan dari kantor pusat dan garuda group sebesar  Rp 10.000.000  dan  Rp 2.000.000




Perusahaan melakukan pencatatan persediaan secara periodik.

Berikut ini disajikan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian PT. Maju Jaya, per 31 Desember 2009.









Pencatatan transaksi selama bulan Desember 2009 pada pembukuan
Kantor Pusat dan Kantor Cabang disajikan dalam tabel 3.4

PT. Maju Jaya dan Cabang Solo
Jurnal Umum
Desember  2009
(dalam Rp dan 000)

Tgl
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Solo
1
Cabang Solo                      40.000
     Kas                                                   40.000

(mencatat transaksi pengiriman uang ke  Cabang Solo)
Kas                                          34.000
Persekot Sewa                           6.000
        Kantor Pusat                                      40.0000
(mencatat transaksi penerimaan uang dari Kantor Pusat dan pembayaran sewa)
2
Cabang                               32.000
    Pengiriman ke cabang solo               32.000
(mencatat transaksi pengiriman barang dagangan ke cabang solo)
Pengiriman dari Kantor Pusat  32.000
Peralatan                                     7.500
Perlengkapan                              1.500
        Kantor Pusat                                        32.000
        Kas                                                         9.000
(mencatat transaksi pembelian barang dagangan dari kantor pusat dan transaksi pembelian peralatan dan peralatan secara tunai)
4

Pembelian                                 20.000
         Utang Dagang                                     20.000
(mencatat transaksi pembelian barang dagangan dari pemasok lain secara kredit)
6

Kas                                            60.000
          Penjualan                                            60.000
Tabel 3.4 Jurnal Umum PT. Maju Jaya dan Cabang Solo

























 PT.  Maju Jaya  dan  Cabang  Solo
Jurnal Umum
Desember 2009
(dalam Rp dan 000)


Tabel 3.4 Jurnal Umum PT. Maju Jaya dan Cabang Solo (lanjutan)



                
Pada akhir periode yaitu tanggal 31 Desember 2009, Cabang Solo melakukan perhitungan Harga Pokok Penjualannya.

Perhitungan Harga Pokok Penjualan
Cabang Solo
Persediaan, 1 Desember 2009                                                        Rp                   0
Pembelian                                                                                       Rp  20.000.000
Pengiriman dari Kantor Pusat                                                        Rp  22.000.000
Barang Tersedia di Jual                                                                  Rp  42.000.000
Persediaan, 31 Desember 2009                                                     (Rp  12.000.000)

Harga Pokok Penjualan                                                                  Rp  30.000.000

Berikut ini disajikan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian PT. Maju Jaya (Cabang Solo), per 31 Desember 2009.

PT. Maju Jaya (Cabang Solo)
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Per 31 Desember 2009
(dalam Rp dan 000)











PT. Maju Jaya dan Cabang Solo
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian dan Eliminasi
Per 31 Desember 2009
(dalam Rp dan 000)









PT. Maju Jaya dan Cabang Solo
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian dan Eliminasi
Per 31 Desember 2009
(dalam Rp dan 000)









Berikut ini disajikan laporan keuangan gabungan antara PT. Maju Jaya dan Kantor  Cabang Solo untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009.

















Akuntansi Untuk Pengiriman Barang Dagangan
Diatas Harga Pokok

Kantor pusat ketika melakukan  transaksi pengiriman barang dagangan ke kantor cabang sering kali menetapkan kebijakan untuk mengirimkan barang dagangan  tersebut pada harga transper. Penetapan harga transper.  Penetapan harga transfer setiap perusahaan
Tertentunya  berbeda-beda tergantung dari kebijakan yang sudah dibuat oleh perusahaan.  Ada perusahaan.yang menetapkan harga transfer pada harga pokoknya dan ada juga beberapa perusahaan yang menetapkan harga diatas harga pokok barang yang dikirimkan.

Kebijakan penetapan harga transfer diatas harga pokok dibuat oleh perusahaan dengan tujuan agar alokasi pendapatan antar unit dalam perusahaan dilakukan dengan wajar, agar harga persediaan ditetapkan dengan efisien dan agar margin laba dari tiap-tiap cabang diungkapkan sesuai dengan sesungguhnya.

Perlakuan akuntansi untuk Kantor Pusat dan Kantor Cabang untuk transaksi pengiriman barang dagangan diatas harga pokok yaitu Kantor Pusat akan mencatat transaksi pengiriman barang dagangan dengan mencatat sebesar harga pokok sedangkan Kantor Cabang akan mencatat sebesar harga transfer sehingga Kantor Cabang pencatatan Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi tinggi dan labanya menjadi rendah maka perlu dibuatkan Ayat jurnal Penyesuaian pada akhir periode.

Perlakuan akuntansinya akan dijelaskan secara mendetail dibawah ini dengan menggunakan contoh kasus sebagai ilustrasinya.

Contoh Kasus Pengiriman Barang Dagangan Diatas Harga Pokok

PT. Indomarco adalah perusahaan berkembang di industri makanan, memiliki cabang di Yogyakarta. Berikut ini transaksi PT. Indomarco dengan Cabang Yogyakarta.

Tanggal
Kejadian/Transaksi
1 Jan 10
PT. Indomarco mengirim barang dagangan dengan harga pokok senilai Rp 200.000.000 ke Cabang.  Pengiriman ini dilakukan dengan mark up 20% diatas harga pokok.
31 Jan 10
Penjualan Cabang Yogyakarta selama bulan ini adalah sebesar Rp 320.000.000 dan biaya-nya sebesar Rp 30.000.000.
31 Jan 10
Hasil perhitungan fisik persediaan di Cabang Yogyakarta adalah sebesar Rp 24.000.000.





 





PT. Indomarco dan Cabang Yogyakarta
Jurnal Umum
Januari 2010
(dalam Rp dan 000)



Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Yogyakarta
1 Jan
Cabang Solo                           240.000
   Pengiriman ke Cabang Yk                   200.000
   Laba yang belum direalisasi                  40.000
(mencatat pengiriman ke cabang Yogyakarta)
Pengiriman dari Kantor Pusat         240.000
    Kantor Pusat                                                240.000

(mencatat penerimaan barang dari  kantor pusat)
31 Jan

Kas                                                 290.000
Biaya                                                30.000 
    Penjualan                                                     320.000
(mencatat penjualan dan biaya) 
31 Jan
Cabang Yk                               74.000
    Laba Cabang Yk                                   74.000
(mencatat t ransfer laba Yogyakarta)

Laba yang belum direalisasi    36.000
    Laba Cabang Yk                                  36.000
(mencatat penyesuaian untuk merealisasi
Laba yang belum direalisasi) 
Penjualan                                        320.000
Persediaan                                         24.000
    Pengiriman dari Kantor Pusat                     240.000
    Biaya                                                             30.000
    Kantor Pusat                                                  74.000
(mencatat jurnal Penutup)
  
Perhitungan :

Realisasi Laba = (Harga transfer-persed akhir) x Laba belum direalisasi
                                      Harga transfer 

                        = Rp 240.000.000 -  Rp 24.000.000  x  Rp 40.000.000  =  Rp 36.000.000
                                    Rp 240.000.000

Total Laba Kantor Cabang = Rp 74.000.000 + Rp 36.000.000 = Rp 110.000.000

Latihan soal : Pengiriman Barang Dagangan Diatas Harga Pokok

PT. Elok yang berkedudukan di Bandung memiliki kantor cabang di Cirebon.  Selama tahun 2009, PT Elok mengirimkan barang dagangan pada harga transfer sebesar Rp 150.000.000 kepada Cabang Magelang.  Harga transfer tersebut adalah harga setelah di mark-Up sebesar 20% di atas harga pokok.

Jika penjualan Cabang Cirebon selama tahun 2009 adalah sebesar Rp 240.000.000 dan biaya biaya lain yang terjadi pada cabang adalah sebesar Rp 45.000.000

Selain itu informasi pada akhir tahun menunjukkan jumlah persediaan di gudang Cabang Cirebon sebesar harga transfernya yaitu Rp 18.000.000.

Asumsi: seluruh persediaan Cabang Cirebon merupakan kiriman dari Kantor Pusat dan perusahaan menggunakan system  pencatatan persediaan secara periodik.

Diminta :
  • Buatlah Jurnal yang diperlukan untuk transaksi diatas baik untuk Kantor Pusat maupun Kantor Cabang Cirebon!
  • Hitung juga saldo akun laba/rugi Cabang Cirebon pada akhir tahun 2009!


Biaya – Kantor Pusat & Kantor Cabang

Kantor pusat maupun kantor cabang dalam kegiatan operasional perusahaan pastilah mengeluarkan biaya-biaya untuk menghasilkan pendapatan misalnya saja biaya pengiriman barang dagangan, biaya promosi, biaya pensiun dan umum, dan lain-lain.

Berikut adalah contoh kasus yang dapat digunakan sebagai ilustrasi untuk melakukan pencatatan biaya dan pengalokasian biaya-biaya yang terjadi di dalam kantor Pusat dan kantor Cabang.

Contoh kasus: Biaya kirim barang

Ongkos kirim yang dibayar Kantor Pusat sebesar Rp 2.500.000, untuk mengirim barang dagangan ke kantor cabang senilai 12,5% dari harga pokok  Rp 20.000.000.

Dari  transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut : (dalam Rp dan 000)

Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Kantor Cabang
Cabang                                         27.500
      Pengiriman ke cabang                             20.000
      Laba yg belum direalisasi                         5.000
      Kas                                                            2.500
(untuk mencatat pengiriman barang ke kantor cabang) 
Pengiriman dari Kantor Pusat            25.000
Biaya Kirim                                         2.500
      Kantor Pusat                                             27.500
(untuk mecatat penerimaan barang dari kantor pusat)

Apabila ½ persediaan tidak terjual pada akhir tahun yaitu sebesar transfernya Rp 12.500.000.  Atas sisa persediaan tersebut, kantor pusat meminta kantor cabang  Untuk mengembalikannya karena ada kekurangan persediaan pada Kantor Pusat.

Analisis
                                                            Persed 25.000.000
                                                            Ongkos  yob2.500.000

            Kantor Pusat                                                                           Kantor Cabang

                                                            Persed  12.500.000
                                                            Ongkos  1.250.000
Jika tidak ada kesalahan Kantor Pusat dalam mengalokasikan persediaan, maka biaya kirim yang dibebankan hanyalah sebesar Rp 1.250.000, tetapi pada kenyataannya biaya kirim yang terjadi sebesar Rp 3.750.000 sehingga terjadi kerugian pembebanan biaya kirim sebesar Rp 2.500.000

Dari transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
(dalam Rp dan 000)

Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Kantor Cabang
Pengiriman ke Cabang                       10.000
Laba yg belum direalisasi                    2.500
Kerugian pembebanan biaya kirim      2.500     
      Cabang                                                    15.000
(untuk mencatat penerimaan barang di kantor cabang)

Kantor Pusat                                  15.000
      Pengiriman dari Kantor Pusat                 12.500
      Biaya Kirim                                               1.250
      Kas                                                            1.250
(untuk  mencatat  pengembalian  barang   ke    
kantor pusat)

Contoh kasus kesalahan Keputusan Manajemen dalam Mendistribusikan Barang ke Cabang.

Kantor Pusat Mentari Jakarta mengirimkan barang dagangan ke Cabang Cirebon Rp 100.000.000 dan membayar ongkos kirim sebesar Rp 4.000.000.

Dari transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

(dalam Rp dan 000)
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Kantor Cabang Cirebon
Cabang Cirebon                              104.000
     Pengiriman ke Cab.Crb                          100.000
     Kas                                                             4.000
(untuk mencatat pengiriman barang ke kantor Cabang)
                    
Pengiriman dari Kantor Pusat      100.000
Biaya Kirim                                      4.000
     Kantor Pusat                                            104.000
(untuk mencatat pengiriman barang ke kantor pusat)


Beberapa hari kemudian cabang Semarang mengalami kehabisan persediaan dan meminta kiriman dari cabang Cirebon.  Ongkos kirim dari Cirebon ke Semarang Rp 2.000.000 dibayar oleh Cabang Semarang.  Ongkos kirim dari Jakarta ke Semarang Rp 5.000.000.

Analisis

Kantor Pusat


Cabang Cirebon                                                                                  Cabang Semarang




Jika barang tersebut langsung dikirim ke Cabang Semarang, maka biaya kirim dari Kantor Pusat ke Cabang Semarang hanyalah sebesar Rp 5.000.000.  tetapi karena ada barang dikirim dari Kantor Pusat (Jakarta) ke Cabang Cirebon terlebih dahulu baru kemudian Cabang Cirebon mengirimkan ke Cabang Semarang, maka biaya kirim yang terjadi adalah sebesar Rp 6.000.000 sehingga terjadi kerugian pembebanan biaya kirim sebesar Rp 1.000.000.

Dari transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

(dalam Rp dan 000)
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Cirebon
Pengiriman ke Cab Cirebon          100.000
Cabang Semarang                         105.000
Kerugian Pembebanan Bi.Kiriam      1.000
     Cabang Cirebon                                     106.000
     Pengiriman ke Cab.Semarang                100.000

(untuk mencatat transfer barang dagangan dari Cabang Cirebon ke Cabang Semarang




Kantor Pusat                                 106.000
     Pengiriman dari Kantor Pusat                100.000
     Biaya Kirim                                                4.000
     Kas                                                             2.000
(untuk mencatat Tranfer barang ke Cabang Semarang)

Pembukuan Cabang Semarang

Pegiriman dari Kantor Pusat       100.000
Biaya Kirim                                     5.000
     Kantor Pusat                                           105.000
(untuk mencatat penerimaan barang dari Kantor Pusat melalui Cabang Cirebon).    

Alokasi Biaya – Kantor Pusat dan Kantor Cabang

Cabang Cirebon membayar Rp 10.000.000 untuk biaya promosi yang berhubungan dengan penjualan.  Biaya promosi tersebut dibagi sama rata antara Kantor Pusat dan Cabang Cirebon.

Dari transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
(dalam Rp dan 000)
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Cirebon
Biaya Promosi                                  2.500
     Cabang Cirebon                                        2.500

(untuk mencatat biaya promosi)
Biaya Promosi                                    2.500
Kantor Pusat                                       2.500
     Kas                                                            5.000
(untuk mencatat biaya promosi)

Biaya pension dan biaya umum yang terjadi di Kantor Pusat masing-masing sebesar Rp 100.000.000 dan Rp 240.000.000.

Dari transaksi terse but, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
dalam Rp dan 000)
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Cirebon
Biaya Pensiun                             100.000
Biaya Umum                               240.000
     Kas                                                         340.000

(untuk mencatat biaya promosi)
-No Entry –
Biaya pensiun dan biaya umum yang terjadi di Kantor Pusat tersebut dialokasikan ke Cabang Cirebon dan Cabang Semarang masing-masing sebesar 25%.

Perhitungan :
          25% x Rp 100.000.000     =  Rp    25.000.000
          25% x Rp 240.000.000     =  Rp    60.000.000
                                                       Rp     85.000.000
(25%+25%x Rp 100.000.000     =  Rp    50.000.000
(25%+25%x Rp 240.000.000     =  Rp  120.000.000

Dari transaksi tersebut, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

(dalam RP dan 000)
Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Cirebon
Cabang Cirebon                         85.000
Cabang Semarang                      85.000
     Biaya Pensiun                                        50.000
     Biaya Umum                                       120.000


(untuk mengalokasikan biaya pensiun dan umum ke Cabang Cirebon dan Cabang Semarang)     
Biaya Pensiun                        25.000
Biaya umum                          60.000
     Kantor Pusat                                       85.000
(untuk mencatat alokasi biaya pension dan umum dari Kantor Pusat)

Pembukuan Cabang Semarang

Biaya Pensiun                        25.000
Biaya Umum                          60.000
      Kantor Pusat                                       85.000
(untuk mencatat alokasi biaya pension dan umum dari Kantor Pusat)



Latihan soal: Biaya & Alokasi Biaya – Kantor Pusat dan Kantor Cabang

PT. Ciki Food Jakarta mengirimkan sejumlah barang ke Cabang Bandung seharga Rp 500.000.000.  Ongkos angkut barang kiriman tersebut dari Jakarta ke Bandung adalah sebesar Rp 20.000.000.  beberapa hari kemudian Kantor Pusat memerintahkan Cabang Bandung agar barang kiriman barang dikirimkan ke Cabang Garut.  Biaya angkut dari Jakarta ke Garut adalah Rp 22.000.000, sedangkan biaya angkut dari Bandung ke Garut adalah Rp 8.000.000.

Kantor Pusat memiliki biaya gaji dan biaya listrik, telp dan air masing-masing sebesar Rp 195.000.000 dan Rp 152.500.000, biaya ini dialokasikan ke Kantor Pusat sama rata.

Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut !

Soal Komprehensif dan Pembahasannya.
Akuntansi Kantor Pusat dan Kantor Cabang

PT. Sany dan Cabang
Neraca Per 31 Desember 2008
(dalam Rp 000)

 Catatan:  Setengah dari Rp 19.200.000  persediaan cabang pada tanggal 31 Desember 2008 diterima dari pemasok setempat dan sisanya diterima dari Kantor Pusat pada harga transfer.

Transaksi-transaksi yang terjadi antara Kantor Pusat PT. Sany dan Kantor Cabang Semarang selama tahun 2009 adalah sebagai berikut :
1.      Penjualan kredit PT. Sany untuk tahun 2009 berjumlah Rp 338.100.000 dimana Rp 240.000.000 adalah penjualan Kantor Pusat dan Rp 98.100.000 adalah penjulan Cabang Semarang.
2.      Pembelian Kredit Kantor Pusat dan Cabang selama tahun 2009 masing-masing senilai Rp 246.000.000 dan Rp 24.000.000.  Kantor Pusat mengirim barang dagangan ke Semarang sebesar Rp 48.000.000 dengan harga transfer Rp 60.000.000
3.      Penagihan yang berhasil dilakukan oleh Kantor Pusat sebesar Rp 234.000.000  sedangkan Cabang sebesar Rp 95.700.000
4.      Cabang Semarang selama tahun 2009 mentransfer kas Rp 66.000.000 ke Kantor Pusat.
5.      Pembayaran Utang oleh Kantor Pusat Rp 252.000.000 dan cabang Rp 25.200.000.
6.      Selama tahun 2009 Kantor Pusat membayar biaya Operasi Rp 24.000.000 dan cabang Semarang membayar sebesar Rp 2.400.000.  dari biaya operasi yang dibayar Kantor Pusat Rp 1.200.000 dialokasikan ke Cabang Semarang.
7.      Total biaya penyusutan selama satu tahun Rp 9.600.000 dimana sebesar Rp 1.800.000 dialokasikan ke Cabang
8.      Persediaan akhir tahun Kantor Pusat Rp 30.000.000 sedangkan Kantor Cabang Semarang Rp 12.000.000 dimana setengah persediaan cabang merupakan barang yang diperoleh dari pusat.


Diminta:
1.      Buatlah jurnal untuk setiap transaksi untuk Kantor Pusat dan Kantor Cabang!
2.      Hitunglah Harga Pokok Penjualan untuk Kantor Pusat dan Kantor Cabang!
3.      Hitunglah Laba/Rugi yang diperoleh Kantor Cabang!
4.      Buatlah Kertas Kerja untuk PT. Sany Kantor Pusat dan Kantor Cabang untuk tahun berakhir 31 Desember 2009!
5.      Susunlah Laporan Keuangan Komperatif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009!
PT. Sany dan Cabang Semarang
Jurnal Umum
2009
(dalam Rp dan 000)


Pembukuan Kantor Pusat
Pembukuan Cabang Semarang
1
Piutang Dagang                         240.000
     Penjualan                                                 240.000
(mencatat transaksi penjualan)
Piutang Dagang                                   98.100
     Penjualan                                                          98.100
(mencatat transaksi penjualan)
2
Pembelian                                  246.000
     Utang Dagang                                         246.000
(mencatat transaksi pembelian barang)
Cabang Semarang                         60.000
      Pengiriman ke Cabang Semarang           48.000
      Laba Belum Direalisasi                           12.000
(mencatat transaksi pengiriman barang ke Cabang)  
Pembelian                                            24.000
     Utang Dagang                                                  24.000
(mencatat transaksi pembelian barang)
Pengiriman dari Kantor Pusat              60.000
     Kantor Pusat                                                    60.000
(mencatat transaksi pengiriman barang dari Kantor Pusat)
3
Kas                                             234.000
      Piutang Dagang                                     234.000
(mencatat transaksi penerimaan uang dari Cabang)     
 Kas                                                      95.700
      Piutang Dagang                                              95.700
(mencatat transaksi pelunasan Piutang)
4
Kas                                               66.000
      Cabang Semarang                                    66.000
(mencatat transaksi penerimaan uang dari Cabang)   
Kantor Pusat                                        66.000
      Kas                                                                  66.000
(mencatat pengiriman uang ke Kantor Pusat)
5
Utang Dagang                             252.000
       Kas                                                        252.000
(mencatat transaksi pelunasan utang)                    
Utang Dagang                                      25.200
      Kas                                                                  25.200
(mencatat transaksi pelunasan utang)
6
Biaya Operasi                               24.000
       Kas                                                          24.000
(mencatat biaya operasi)
Cabang Semarang                           1.200
       Biaya Operasi                                           1.200
Biaya Operasi                                        2.400
      Kas                                                                   2.400
(mencatat  biaya operasi)
Biaya Operasi                                        1.200
      Kantor Pusat                                                    1.200
(mencatat alokasi biaya dari Kantor Pusat)
7
Cabang Semarang                           1.800
Biaya Operasi                                  7.800
       Akumulasi Penyusutan                             9.600
 (mencatat alokasi biaya penyusutan ke Cabang)                    
Biaya Operasi                                        1.800
      Kantor Pusat                                                    1.800
(mencatat alokasi biaya penyusutan dari Kantor Pusat)    
8
Cabang Semarang                           1.500
       Laba Cabang Semarang                            1.500
(mencatat transfer laba cabang)
Laba belum direalisasi                  12.720
       Laba Cabang Semarang                          12.720
(mencatat realisasi laba cabang)
Penjualan                                   240.000
Persediaan, 31 Des 09                  30.000
Pengiriman ke Kantor Cabang     48.000
Laba Cabang Semarang               14.220
       Persediaan, 1 Jan 09                               24.000
       Pembelian                                            246.000
       Biaya Operasi                                         15.000
(mencatat Jurnal Penutup)
Penjualan                                             98.100
Persediaan, 31 Des 09                          12.000
      Persediaan, 1 Jan 09                                      19.200
      Pengiriman dari Kantor Pusat                       60.000
      Pembelian                                                      24.000
      Biaya Operasi                                                   5.400
      Kantor Pusat                                                     1.500
(mencatat jurnal penutup)

Perhitungan
% Mark up = Rp 60.000.000  -  Rp 48.000.000   x  100%  =  25%
                                                   Rp 60.000.000
Realisasi Laba = Rp 60.000.000  -  Rp 6.000.000  x  Rp 12.000.000 
                                                   Rp 60.000.000
                              = Rp 10.800.000  +  Rp 1.920.000
                         = Rp 12.720.000



PT. Sany dan Cabang Semarang
Jurnal Eliminasi
Tahun 2009
1
Laba belum direalisasi                                                                Rp    1.920.000
     Harga Pokok Penjualan                                                                                                 Rp    1.920.000
(mengeliminasi laba belum direalisasi pada persediaan awal Cabang)
2
Laba belum direalisasi                                                                Rp  12.000.000
     Harga Pokok Penjualan                                                                                                 Rp  12.000.000
(mengeliminasi laba belum direalisasi pada pengiriman ke cabang pada tahun berjalan)
3
Harga Pokok Penjualan                                                              Rp    1.200.000
     Persediaan                                                                                                                     Rp    1.200.000
(mengeliminasi laba belum direalisasi pada persediaan akhir cabang)
4
Kantor Pusat                                                                              Rp   48.600.000
      Kantor Cabang                                                                                                            Rp    48.600.000
(mengeliminasi saldo rekening “Kantor Pusat” dan “Kantor Cabang”) 














PT. Sany dan Cabang Semarang
Neraca Saldo Penyesuaian dan Eliminasi
Per 31 Desember 2009
(dalam Rp dan 000)


PT. Sany dan Cabang Semarang
Neraca Saldo Penyesuaian dan Eliminasi
Per 31 Desember 2009
(dalam Rp dan 000)



Berikut ini disajikan laporan keungan gabungan antara PT Sany dan Cabang Semarang untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009.

PT. Sany dan Cabang Semarang
Laporan Laba Rugi Komperatif
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009
Penjualan                                                                                                         Rp  338.100.000
Biaya Usaha
Harga Pokok Penjualan                 Rp  270.480.000
Biaya Operasi                                Rp    36,000.000        
Total Biaya Usaha                                                                                         Rp  306.480.000
Laba Usaha                                                                                                    Rp    31.620.000



PT. Sany dan Cabang Semarang
Laporan Perubahan Laba Ditahan Komperatif
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009
Laba Ditahan, 1 Januari 2009                                                                           Rp   29.280.000
Laba Tahun 2009                                                                                              Rp   31.620.000
Laba Ditahan, 31 Desember 2009                                                                    Rp   60.900.000
 

PT. Sany dan Cabang Semarang
Laporan Neraca Komperatif
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009
Aset Lancar
Kas                                                          Rp  69.300.000
Piutang Dagang-Neto                             Rp   86.400.000
Persediaan                                               Rp  40.800.000 
Total Aset Lancar                                                                                                     Rp  196.500.000
Aset Tetap – Netp                                                                                                       Rp    74.400.000
Total Aset                                                                                                                   Rp  270.900.000
Kewajiban
Utang Dagang                                         Rp  15.600.000
Kewajiban Lain-lain                               Rp  14.400.000
Total Kewajiban                                                                                                       Rp    30.000.000
Modal
Modal Saham                                         Rp  180.000.000
Laba Ditahan, 31 Des 09                        Rp    60.900.000   
Total Modal                                                                                                               Rp  240.000.000  
Total Kewajiban + Modal                                                                                        Rp  270.000.000



Latihan: Soal Kantor Pusat  dan Kantor Cabang  PT Mangga

Informasi khusus dari Neraca Saldo PT. Mangga dan Cabang tgl 31 Desember 2009 disajikan berikut ini.  Neraca saldo ini mencakup periode dari tgl 1-31 Desember 2009.

Cabang memperoleh sebagian barang dari kantor pusat  (yaitu 20% di atas harga pokok kantor pusat) dan sebagian lagi dari pemasok luar.


Kantor Pusat
Cabang
Penjualan
Pengiriman ke Cabang
Laba belum direalisasi
Pembelian
Pengiriman dari Kantor Pusat
Persediaan, 1 Desember 2008
Biaya
Rp   60.000.000
          8.000.000
          3.600.000
        35.000.000
               -
        20.000.000
        14.000.000
Rp    30.000.000
               -
               -
           5.500.000
           9.600.000
         15.000.000
           6.000.000        

Informasi tambahan :
Persediaan barang 31 Desember 2009, HO Rp 20.000.000 dan Cabang Rp 10.000.000
1.      Berapa jumlah persediaan cabang 1 Des 2009 yang mencerminkan pembelian dari luar dan berapa banyak yang menggambarkan berasal dari HO (pada harga pokok dan mark up) ?
2.      Persediaan akhir cabang terdiri dari barang yang dikirim dari HO Rp 8.400.000 dan sisanya dari pemasok luar.
3.      Buatlah laporan laba rugi Cabang supaya diketahui total laba/rugi cabang !
4.      Buatlah jurnal penutup untuk Cabang dan Kantor Pusat !





0 comments:

Post a Comment