penjualan konsinyasi

on Thursday, January 5, 2012
BAB  VII

PENJUALAN  KONSINYASI


Konsinyasi : merupakan suatu perjanjian di mana salah satu pihak yang memiliki barang                         menyerah sejumlah barang kepada  pihak tertentu untuk dijualkan dengan                             memberikan komisi (tertentu)

            Pihak yang menyerahkan barang (pemilik) disebut consignor atau pengamanat. Sedangkan  pihak yang menerima barang disebut consignee, factor, commission merchant atau komisioner.

            Dari segi pengamat (consignor) transaksi  pengiriman  barang-barang kepada komisioner, disebut  ”barang-barang konsinyasi” (Consignment out).  Sedang bagi  komisioner untuk barang-barang  yang diterimanya  disebtu  ”barang-barang Komisi” (consigment in).
            Perbedaan yang prinsipal antara  transaksi  penjualan dengan  transaksi  konsinyasi adalah dalam hubungannya dengan perpindahan  hak ”hak milik” atas barang-barang yang bersangkutan. Dalam transaksi penjualan barang dan keadaan itu di dalam  akuntansi dipakai  sebagai dasar  pengakuan  terhadap  timbulnya pendapatan. Didalam  transaksi  konsinyasi penyerahan  barang dari pengamanat kepada komisioner tidak diikuti ( tidak bearti) adanya penyerahan hak milik atas barang yang bersangkutan.

            Ada 4 karakteristik dari transaksi konsinyasi,, yaitu :
  1. Karena hak milik  atas barang-barang  masihberada pada pengamanat, maka barang – barang konsinyasi harus dilaporkan  sebagai  persediaan  oleh pengamanat. Barang-barang konsinyasi  tidak  boleh  diperhitungkan sebagai persediaan oleh komisioner (consignee).
  2. Pengiriman barang-barang konsinyasi tidak  mengakibatkan timbulnya pendapatan dan tidak boleh  dipakai  sebagai  kriteria untuk mengakui  timbulnya pendapatan, baik  bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai dengan  saat barang dapat dijual kepada pihak ketiga.
  3. Pihak pengamanat  (consignor) sebagai pemilik tetap bertanggung jawab  sepenuhnya terrhadap semua  biaya yang berhubungan  dengan barang-barang  konsinyasi sejak saat pengiriman  sampai  dengan saat komisioner berhasil menjualnya kepada pihak ketiga. Kecuali ditentukan  lain dalam perjanjian.
  4. Komisioner dalam batas kemampuannya mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanann dan keselamatan barang-barang komisi yang diterimanya itu. Dengan begitu adiministrasi yang tertib harus diselenggarakan  sampai dengan  saat ia berhasil menjual barang tersebut ke pihak yang ke tiga.




Alasan-alasan  bagi pengamanat (consignor)  untuk  mengadakan  perjanjian konsinyasi.

  1. Konsinyasi merupakan suatu cara untuk lebih memperluas pasaran yang dapat dijamin produsen, pabrikan atau distributor, terutama apabila:
    1. Barang-barang yang bersangkutan baru diperkenalkan.
    2. Penjualan pada masa-masa yang lalu melalui dealer tidak menguntungkan.
    3. Harga barang  menjadi mahal dan membutuhkan investasi yang cukup besar bagi para dealer apabila harus membeli barang-barang yang bersangkutan.
  2. Menghindari resiko tertentu  bagi pengamanat. Barang konsinyasi tidak ikut disita apabila terjadi kebangkrutan pada komisioner. Sifatnya lain dengan perjanjian agen atau dealer.
  3. Mungkin pengamanat ingi mendapatkan penjual khusus (spesialist) dalam perdagangan barang-barangnya, terutama untuk ternak, hasil pertanian,dll.
  4. Harga eceran barang-barang dapat dikontrol oleh pengamanat, demikian juga  jumlah  barang-barang yang siap dipasarkan  dan stock barang-barang terrsebut.

Alasan – alasan  Komisioner  menerima perjanjian  konsinyasi, antara lain :

  1. Komisioner dilindungi  dari kemungkinan resiko gagal untuk memasarkan barang-barang tersebut atau keharusan menjual dengan rugi.
  2. Resiko rusaknya barang dan  addanya fluktuasi harga dapat dihindarkan.
  3. Kebutuhhan akan modal kerja  dapat dikurangi, sebab adanya  barang-barang konsinyasi yang diterima atau dititpkan oleh pengamanat.

Hak-hak dan kewajiban –kewajiban yang berhubungan dengan Perjanjian Konsinyasi.

  1. Hak – hak Komisioner

    1. Komisioner berhak mendapatkan komisi dan penggantian biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang titipan tersebut, sesuai dengan  jumlah yang  diatur  dalam perjanjian kedua pihak.
    2. Dalam batas-batas tertenut  biasanya  kepada komisioner diberikan hak untuk memberikan jaminan(garansi) terhadap  kualitas  barang yang dijual.
    3. Untuk menjamin  pemasaran yang bersangkutan komisioner berhak memberikan syarat-syarat pembayaran kepada langganan seperti yang berlaku pada umumnya untuk barang-barang yang sejenis, meskipun sipengamanat dapat mengadakan pembatasan dalam perjanjian.





  1. Kewajiban –kewajiban komisioner

  1. Melindungi keamanan dan keselamatan barang-barang yang diterima dari pihak pengamanat.
  2. Mematuhi  dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjual barang-barang milik pengamanat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian.
  3. Mengelolah secara terpisah dari segi pisik dan administratif terhadap barang-barang milik pengamanat.
  4. Membuat laporan secara periodik tentang barang-barang yang diterima, barang-barang yang berhasil dijualdan barang-barang yang masih dalam persediaanserta mengadakan penyelesaian  keuangan seperti dinyatakan dalam perjanjian.

Akuntansi Untuk Konsinyasi

Akuntansi untuk konsinyasi dari pihak yang melakukan transaksi dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Akuntansi untuk komisioner
  2. Akuntansi untuk pengamanat

Baik  komisioner maupun  pengamanat  dapat  melakukan  pencatatan dengan dua metode, yaitu :
  1. Metode Laba Terpisah
      Metode  dimana  Laba/Rugi yang berasal dari penjualan  konsinyasi dicatat secara             terpisah  dengan laba rugi dari  penjualan reguler.

  1. Metode Laba Tidak Terpisah
      Metode  dimana  Laba/Rugi yang berasal dari penjualan  konsinyasi dicatat secara             tidak terpisah  dengan laba rugi dari  penjualan reguler.

Akuntansi untuk  Pengamanat.

  1. Metode Laba Terpisah
            Dalam metode ini    Laba/Rugi yang berasal dari penjualan  konsinyasi dicatat        secara terpisah  dengan laba rugi dari  penjualan reguler. Pencatatan dengan metode ini akan memunculkan  rekening  Barang Konsinyasi atau Konsinyasi Keluar. Rekening ini  digunakan  untuk menampung  seluruh  transaksi yang terjadi pada barang titipan.
            Rekening ini  akan didebit untuuk Harga Pokok terhadap barang  yang dikirim, Biaya  pengiriman  barang-barang konsinyasi  dan Biaya yang berhubungan  dengan konsinyasi yang dibayar  oleh komisioner akan tetap ditanggung oleh pengamanat. Sebaliknya rekening akan dikredit  untuk mencatat hasil penjualan  barang-barang konsinyasi.
           




            Pada umumnya  pencatatan yang dibuat  oleh  pengamanat hanya mencakup 4 transaksi, yaitu :

Transaksi
Ayat jurnal
1. pengiriman barang konsinyasi
Barang konsinyasi-pengiriman barang  xxx
         Persediaan                                            xxx
2.Pembayaran – biaya angkut barang konsinyasi
Barang konsinyasi-pengiriman barang  xxx
         Kas                                                       xxx
3.Menerima laporan  pertanggung jawaban yang berisi  penjualan
Piutang  komisoner                            xxx
Barang konsinyasi-biaya konsinyasi xxx
         Barang  konsinyasi-penjualan             xxx
4. Menerima pembayaran  dari komisoner
Kas                                                    xxx
         Piutang komisoner                              xxx

      Setelah akhir  periode perusahaan  melakukan  penutupan  untuk semua rekening nominal dan rekening Barang Konsinyasi, kemudian  selisihnya  diakui  pada rekening  Laba/Rugi Konsinyasi. Setelah  itu  barulah  Laba/Rugi  Konsinyasi  ditransper ke rekening Ihktisar  Laba/Rugi untuk  digabungkan  dengan  laba / rugi penjualan reguler.

  1. Metode  Tidak Terpisah
                  Dalam metode ini    Laba/Rugi yang berasal dari penjualan  konsinyasi dicatat secara tidak terpisah  dengan laba rugi dari  penjualan reguler. Pada metode ini , pengamanat tidak membuat rekening  tersendiri untuk mencatat tansaksi atas barang titipan. Transaksi atas barang titipan dicatat layaknya  seperti transaksi penjualan biasa. Untuk barang titipan  yang belum  terjual  oleh komisoner tetap diperlakukan sebagai persediaan barang digudang sendiri. Pada akhir  periode  perusahaan  harus  melakukan  penutupan untuk rekening nominal.
     
      Pada  umumnya  pencatatan yang dibuat oleh  pengamanat hanya  mencakup 3 transaksi yaitu :
     
Transaksi
Ayat jurnal
1. Pembayaran  biaya  angkut  barang konsinyasi
Biaya angkut           xxx
       Kas                                          xxx
2. Menerima laporan  pertanggungan jawaban yang berisi penjualan, biaya dan pendapatan yang akan diterima dari komisoner
Piutang  komisioner    xxx
Biaya komisi               xxx
       Penjualan                               xxx
Dan
Harga pokok penjualan     xxx
       Persediaan                             xxx
3. Menerima pembayaran dari komisioner
Kas                                    xxx
       Piutang  komisoner                xxx






Contoh soal :  Akuntansi Untuk Pengamanat

Pada awal  tahun 2010, CV. Adenk Sayang  mengadakan  perjanjian  konsinyasi dengan toko Kakank Sayang. Isi perjanjian tersebut antara lain:
  1. CV. Adenk Sayang  akan menitipkan  sepeda  ke Toko  kakank sayang.
2.      Toko Kakank Sayang berhak atas komisi sebesar 10% dari penjualan.
3.      Semua biaya ditanggung pengamanat.
4.      Toko Kakank Sayang  harus membuat pertanggung jawaban secara bulanan.

Transaksi  yang berhubungan  dengan perjanjian konsinyasi tersebut bulan Maret 2010, antara lain :
  1. CV.Adenk  mengirim  200 unit sepeda ke toko  Kakank. Harga  pokok sepeda  Rp200.000/unit sedangkan  harga jual ditentukan Rp400.000
  2. CV.Adenk membayar biaya angkut sebesar Rp250.000
  3. Toko Kakank menerima kiriman sepeda dari CV.Adenk dan membayar ongkos rakit Rp1000/unit.
  4. Toko Kakank berhasil menjual keseluruhan  barang dagangan secara tunai kemudian mengirimkan laporan hasil penjualan ke CV.Adenk.
  5. Toko kakank mengirimkan kas yang menjadi hak CV.Adenk.

Diminta :
Jurnal yang harus dibuat CV.Adenk dengan  menggunakan metode :
  1. Laba Terpisah.
  2. Laba Tidak Terpisah

Jawab
A.    Metode Laba Terpisah (dalam Rp dan 000)

Keterangan
Jurnal
1. Pengiriman barang ke Toko Kakank
Barang Konsinyasi – Pengiriman Barang     40.000
                       Persediaan                                               40.000  
2. Pembayaran biaya angkut oleh         
    CV. Adenk
Barang Konsinyasi – Biaya Angkut                   250
                        Kas                                                              250 
3. Penerimaan barang oleh Toko       
     Kakank      
- No Entry –

4. Laporan Hasil Penjualan
Perhitungan  :
Penjualan  200 x 400               80.000
Komisi 10% x 80.000             (8.000)
Biaya rakit 200 x 1                    (200)
Kas yang dikirim                     71.800
Piutang -  Toko Kakank                                 71.800
Barang Konsinyasi  - Biaya komisi                  8.000
Barang Konsinyasi – Biaya rakit                         200
                  Barang Konsinyasi – Penjualan                    80.000


 
5. Pengiriman uang oleh Toko Adenk
Kas                                                                71.800
                        Piutang – Toko Kakank                         71.800
6. Tutup Buku
Barang Konsinyasi – Penjualan                    80.000
                   Barang Konsinyasi – Biaya Angkut                250
                   Barang Konsinyasi – Biaya Komisi              8.000
                   Barang Konsinyasi – Biaya Rakit                    200
                   Barang Konsinyasi – Pengiriman Barang    40.000
                   Laba Konsinyasi                                          31.550
Laba Konsinyasi                                          31.550
                    Ikhtisar Laba Rugi                                      31.550            

B.     Metode Laba Tidak Terpisah (dalam Rp dan 000)
Keterangan
Jurnal
1. Pengiriman barang ke Toko kakank
- No Entry -
2. Pembayaran biaya angkut oleh CV 
    Kakank
Biaya Angkut                                                250
                  Kas                                                                   250
3. Penerimaan barang oleh Toko Adenk
- No Entry -
4. Laporan Hasil Penjualan
Perhitungan :
Penjualan    200 x 400               80.000
Komisi        10% x 80.000         (8.000)
Biaya rakit    200 x 1                  (   200)
Kas yang dikirim                       71.800    
Piutang – Toko Adenk                              71.800
Biaya komisi                                               8.000
Biaya rakit                                                      200
                   Penjualan                                                   80.000

Harga Pokok Penjualan                             40.000
                   Persediaan                                                 40.000
5. Pengiriman uang oleh Toko Kakank
Kas                                                            71.800
                   Piutang                                                      71.800      
6. Tutup Buku
Penjualan                                                   80.000
                   Biaya Angkut                                                 250
                   Biaya Komisi                                              8.000
                   Biaya Rakit                                                    200
                   Harga Pokok penjualan                             40.000
                   Ikhtisar Laba Rugi                                     31.550     

Latihan Soal : Akuntansi Untuk Pengamanat
PT. Poliponik memproduksi sepeda olehraga kemudian menitipkan produknya pada Toko Matahari Pagi. Transaksi bulan ini antara lain sebagai berikut :
a.       Dikirim 100 sepeda dengan harga pokok Rp 250.000,- per unit ongkos kirim seluruhnya Rp 1.500.000,- dan di beri harga jual Rp 400.000 per unit.  Komisi penjual 20 % dan semua biaya di tanggung oleh PT. Poliponik.
b.      Biaya yang telah dikeluarkan oleh Toko Matahari Pagi untuk iklan adalah sebesar Rp 750.000,-.
c.       Seluruh barang terjual pada bulan ini.
d.      Pada akhir bulan Toko Matahari Pagi  mengirim sebagian uang hasil penjualan kepada PT. Poliponik.

Diminta :
Buatlah pencatatan akuntansi untuk pengamanat dengan menggunakan metode laba terpisah dan laba tidak terpisah!

Akuntansi Untuk Komisioner

1.      Metode Laba Terpisah
      Pencatatan dengan metode ini akan memunculkan rekening Konsinyasi Masuk/Barang
      Komisi.

      Rekening ini akan didebit untuk mencatat biaya-biaya yang ditanggung pengamat (jadi
      Dalam pencatatan tidak dibuat rekening biaya secara terpisah), mencatat pengiriman
      Uang ke pengamanat, mencatat penerimaan komisi dari pengamanat dan mencatat pe –
      Ngembalian barang yang terjual sebelumnya.  Sebaliknya rekening ini akan dikredit
      Untuk pencatatan penjualan barang-barang konsinyasi dan pendapatan lain yang berhu
      Bungan dengan barang konsinyasi.

      Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh komsioner hanya mencakup 4 transaksi,
      Yaitu :
Transaksi
Ayat Jurnal
1. membayar biaya angkut/perakitan
Barang Komisi                                    XXX
     Kas                                                                XXX
2. Menjual barang komisi
Kas                                                      XXX
     Barang Komisi                                              XXX
3. Mengirimkan laporan pertanggungjawaban
Barang Komisi                                   XXX
     Utang – Pengamanat                                     XXX
Dan
Barang Komisi                                   XXX
      Pendapatan Komisi                                      XXX
4. Mengirim pembayaran kepada pengamanat
Utang – pengamanat                          XXX
      Kas                                                              XXX

Setelah akhir periode, perusahaan melakukan penutupan untuk semua rekening nominal, kemudian selisihnya ditransfer ke rekening Laba/Rugi Konsinyasi.  Setelah itu barulah Laba/Rugi untuk digabungkan dengan Laba/Rugi penjualan reguler.

2.      Metode Laba Tidak Terpisah
Dalam pencatatan dengan metode ini, penjualan barang titipan akan dicatat dalam rekening ”penjualan”.  Namun sebaliknya komisioner harus segera mengakui adanya pembelian/Harga Pokok Penjualan atas barang yang dijual tersebut.

Dalam pencatatan ini muncul rekening kontra Utang pada pengamanat yang akan digunakan untuk mendebit Pembelian/HPP (dicatat sebesar jumlah yang harus disetor kepada pengamanat untuk barang-barang yang dijual).  Sebaliknya rekening ini akan didebit untuk mencatat biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan barang-barang konsinyasi.

Dengan prosedur ini, maka besarnya jumlah yang harus disetor kepada pengamanat tercermin pada saldo Utang-Pengamanat tersebut.  Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh Komisioner mencakup 3 transaksi, yaitu :
Transaksi
Ayat Jurnal
1. Membayar biaya angkut/perakitan
Utang – Pengamanat                      XXX
      Kas                                                            XXX
2. Menjual barang komisi
Kas                                                XXX
      Penjualan                                                  XXX
Dan
Pembelian                                     XXX
       Utang – Pengamanat                               XXX
3. Mengirim pembayaran kepada pengamanat
Utang – Pengamanat                     XXX
       Kas                                                          XXX

Dan pada akhir periode, perusahaan harus melakukan penutupan semua rekening nominal kemudian selisihnya ditransfer ke rekening Ikhtisar Laba/Rugi.

Contoh Soal : Akuntansi Untuk Komisioner

Pada awal tahun 2010, CV Pemenang mengadakan perjanjian konsinyasi dengan Toko Gelanggang. Isi perjanjian tersebut antara lain :
1.      CV. Pemenang akan menitipkan Sepeda ke Toko Gelanggang
2.      Toko Gelanggang berhak atas komisi sebesar 10% dari Penjualan.
3.      Semua biaya ditanggung oleh pengamanat
4.      Toko Gelanggang harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan 

Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan maret 2010 adalah :
1.      CV Pemenang mengirim 200 unit Sepeda ke Toko Gelanggang.  Harga pokok sepeda Rp 200.000,-/unit, harga jual ditentukan Rp 400.000,-
2.      CV Pemenang membayar biaya angkut sebesar Rp 250.000,-
3.      Toko Gelanggang menerima kiriman sepeda dari CV Pemenang dan membayar ongkos rakit Rp 1.000,- per unit
4.      Toko Gelanggang berhasil menjual keseluruhan barang dagangan secara tunai kemudian mengirimkan laporan hasil penjualan ke CV Pemenang
5.      Toko Gelanggang mengirimkan kas yang menjadi hak CV\ Pemenang

Buatlah jurnal yang harus dibual oleh Komisioner dengan menggunakan metode :
a.       Laba Terpisah
b.      Laba Tidak Terpisah

Jawab :
a.       Metode Laba Terpisah (dalam Rp dan 000)

Keterangan
Jurnal
1. Pengiriman barang ke Toko Gelanggang
- No Entry -
2. Pembayaran biaya angkut oleh CV Gelanggang
- No Entry -
3. Penerimaan barang oleh Toko Gelanggang

Pembayaran biaya rakit oleh Toko Gelanggang
- No Entry –

Barang Komisi                           200
        Kas                                                          200
4. Penjualan Oleh Toko Gelanggang

    Laporan Hasil Penjualan
    Perhitungan :
    Penjualan   200 x 400                                  80.000
     Komisi      10% x 80.000                            (8.000)
     Biaya Rakit  200 x 1                                    (  200)
     Kas yang dikirim                                        71.800    
Kas                                        80.000
        Barang komisi                                   80.000

Barang Komisi                      71.800
        Utang – CV Pemenang                     71.800

Barang Komisi                         8.000
         Pendapatan Komisi                            8.000
5. Pengiriman uang CV Pemenang
Utang – CV Pemenang          71.800
         Kas                                                  71.800
6. Tutup Buku
Pendapatan Komisi                  8.000
         Laba Konsinyasi                                8.000

Laba Konsinyasi                      8.000
         Ikhtisar  laba/rugi                               8.000

b.      Metode Laba Tidak Terpisah (dalam Rp dan 000)
Keterangan
Jurnal
1. Pengiriman barang ke Toko Gelanggang
                        - No Entry -
2. Pembayaran biaya angkut oleh CV Pemenang
                        - No Entry -
3. Penerimaan barang oleh Toko Gelanggang

    Pembayaran biaya rakit ke CV Pemenang
                        - No Entry –

Utang – CV Pemenang              200
          Kas                                                       200   
4. Penjualan Oleh Toko Gelanggang

Laporan Hasil Penjualan
    Perhitungan :
    Penjualan   200 x 400                                  80.000
     Komisi      10% x 80.000                            (8.000)
     Pembelian                                                   72.000   
Kas                                       80.000
          Penjualan                                        80.000

Pembelian                            72.000
          Utang – CV Pemenang                  72.000

5. Pengiriman uang ke CV Pemenang
Utang – CV Pemenang         71.800
           Kas                                                71.800 
6. Tutup Buku
Penjualan                              80.000
           Pembelian                                      72.000
            Ikhtisar Laba Rugi                          8.000  

Latihan soal : Akuntansi Untuk Komisioner

PT. Poliponik memproduksi sepeda olehraga kemudian menitipkan produknya pada Toko Matahari Pagi. Transaksi bulan ini antara lain sebagai berikut :
a.       Dikirim 100 sepeda dengan harga pokok Rp 250.000,- per unit ongkos kirim seluruhnya Rp 1.500.000,- dan di beri harga jual Rp 400.000 per unit.  Komisi penjual 20 % dan semua biaya di tanggung oleh PT. Poliponik.
b.      Biaya yang telah dikeluarkan oleh Toko Matahari Pagi untuk iklan adalah sebesar Rp 750.000,-.
c.       Seluruh barang terjual pada bulan ini.
d.      Pada akhir bulan Toko Matahari Pagi  mengirim sebagian uang hasil penjualan kepada PT. Poliponik.

Diminta :
Buatlah pencatatan akuntansi untuk Komisioner dengan menggunakan metode laba terpisah dan laba tidak terpisah!


Akuntansi Untuk Barang Titipan Yang Belum  Terjual Akhir Periode

Jika barang titipan yang masih ada pada komisioner dan belum terjual sampai dengan saat penyusunan laporan keuangan maka :
Akuntansi bagi Pengamanat
·         Persediaan tersebut dicantumkan sebagai persediaan akhir dimana nilai persediaan akhir tersebut sebesar harga pokok ditambah biaya-biaya yang telah dikeluarkan yang menjadi bagian dari persediaan baik oleh Pengamanat maupun Komisioner secara proporsional
·         Pada akhir periode akan ada penyesuaian yaitu memasukkan biaya lain selain harga pokok ke dalam persediaan.

Akuntansi bagi Komisioner
·         Komisioner tidak melakukan catatan penyesuaian karena barang tersebut bukan persediaannya.

Soal Komprehensif  Penjualan Konsinyasi dan Pembahasannya

Pada tanggal 1 Februari 2010, Top Computer menerima barang titipan berupa laptop sebanyak  100 Unit dari Toshiba.

Berikut ini perjanjian yang dibuat antara kedua belah pihak :
  • Harga jual laptop adalah sebesar Rp 7.500.000,- / unit dan harga pokoknya sebesar Rp 4.250.000,- / unit.
  • Semua biaya menjadi tanggungan Toshiba dan dibayarkan langsung oleh Toshiba.
  • Komisi yang ditetapkan oleh Toshiba adalah sebesar 20% dari penjualan.
  • Laporan pertanggungjawaban dikirim oleh Top Computer setiap akhir bulan.
  • Pencatatan akuntansi untuk transaksi konsinyasi dilakukan dengan menggunakan metode laba tidak terpisah.

Transaksi antara keduanya selama bulan Februari sebagai berikut :
a.       Biaya Promosi dan Biaya Pengiriman masing-masing sebesar Rp 1.750.000,- dan Rp 2.500.000,-
b.      Komputer yang berhasil dijual oleh Top Computer sebanyak 65 unit
c.       Hasil penjualan pada tanggal 27 Februari 2010 bersama sama dengan laporan pertanggungjawaban bulan tersebut.

Diminta :
Buatlah pencatatan akuntansi bagi Toshiba atas transaksi penjualan konsinyasi yang terjadi pada bulan Februari 2010 tersebut.















Pembahasan Soal Komprehensif  Penjualan Konsinyasi

Toshiba
Pencatatan bulan Februari 2010
(dalamRp dan 000)

KETERANGAN
JURNAL
1. Pengiriman Laptop ke Top Computer
-  No  Entry  -

2. Pembayaran biaya promosi dan biaya
     Angkut oleh Toshiba
Biaya Promosi                           1.750
Biaya Pengiriman                      2.500
           Kas                                                               4.250

3. Laporan Hasil Penjualan dan Pengiriman
     Uang dari Top Computer
     Perhitungan :
Penjualan  65 x 7.500                  487.500
Komisi   20% x 487.500              (97.500)
Kas yang dikirim                         390.000
Kas                                         390.000
Biaya Komisi                           97.500
           Penjualan                                                  487.500

Harga Pokok Penjualan          276.250
            Persediaan                                                276.250

4. Penyesuian Biaya Promosi dan Biaya
    Pengiriman (poin 2)  akan disesuaikan,
    karena masih ada 35 unit laptop yang
    belum terjual pada akhir bulan
Persediaan                                   1.487,5
             Biaya Promosi                                              612,5
             Biaya Pengiriman                                          875


5. Tutup Buku

Penjualan                                    487.500
             Biaya Promosi                                           1.137,5
             Biaya Pengiriman                                      1.625
             Biaya Komisi                                           97.500
             Harga Poko Penjualan                           276.250
              Ikhtisar Laba Rugi                               110.987,5             





 

   





3 comments:

eta story said...

maaf, saya ingin bertanya.
bagaimana pencatatan pajak dalam penjualan konsinyasi?terimakasih :)

Ryan Alrachmat said...

pencatatan yang di maksud metodenya atau penjualan konsinyasi terkait kena pajak ap, jika metode sdh di jelaskan diatas ada 2 laba terpisah dan laba tidak terpisah, jika terkait dengan pajaknya makan hal tersebut dikenakan PPN karena barang kena pajak oleh PKP, tolong koreksi jika terdapat kekeliruan

anomaly said...

jdi perhitungan akuntansi ny masing2 ya?? komisioner ga perlu kan mencatat akuntansi yg buat pengamanat gitu juga sebaliknya

Post a Comment